41 Berandalan Bermotor Brigez Diciduk Polisi Sukabumi, Satu Warga Bandung Jadi Tersangka
Polisi dan TNI Menunjukan Senjata Tajam Milik Berandalan Bermotor

41 Berandalan Bermotor Brigez Diciduk Polisi Sukabumi, Satu Warga Bandung Jadi Tersangka

Oleh : Ahmad Fikri
Minggu, 24 Desember 2017 pada 22:53 WIB
566

SUKABUMI- Satuan Resort Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi Kota berhasil menggagalkan perekrutan anggota baru dari geng motor Brigez yang juga berencana akan melakukan aksi kekerasan pada Minggu (24/12) sekira pukul 03.00 WIB dini hari. Sedikitnya, polisi pun mengamankan belasan senjata tajam berbagai jenis dan atribut serta beberapa formulir pendaftaran bagi anggota baru geng motor tersebut.

Informasi yang diperoleh terasberita, setelah diamankan oleh Polres Sukabumi Kota, para pelaku kemudian digelandang ke depan Tugu Adipura Kota Sukabumi beserta beberapa barang bukti senjata tajam dan atribut geng motor Brigez. Ironisnya, satu diantara 41 pemuda yang diamankan, seorang gadis berusia 16 tahun ikut diamankan oleh kepolisian karena ikut bersama geng motor.

"Dari 41 pemuda ini, sudah kita tetapkan 10 orang sebagai tersangka atas kepemilikan senjata tajam dan kita proses secara hukum," tegas Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan.


Para Berandalan Bermotor Digelandang ke Tugu Adipura Kota Sukabumi

Kesepuluh pemuda tersebut yaitu, HDT (18), RP (25), PS (18), MFR (17), DJ (15) warga Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, IMR *(17), DK (25), RML (22) warga Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, RSF (17) warga Kecamatan Baros, Kota Sukabumi dan HFR (25) warga Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Susatyo pun mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus hukum ini atas kerja sama antara Polres Sukabumi Kota dengan Kodim O607 Kota Sukabumi sebagai keseriusan penegak hukum dalam penuntasan kasus-kasus kekerasan yang terjadi di Kota Sukabumi.

Kapolres pun menuturkan bahwa dirinya akan mendorong kepada Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri Kota Sukabumi agar memberikan sangsi yang berat kepada mereka karena ada indikasi akan melakukan aksi kekerasan. Dirinya pun mengambil ketegasan untuk tembak di tempat, jika para berandalan bermotor ini akan melukai petugas keamanan.

"Kita lakukan sesuai prosedur, jika memang melawan dan menciderai petugas keamanan pasti akan kita tembak di tempat," tegas Susatyo. (KRI/KRI)


Email redaksi :
Hotline Laporan dan Informasi :
Komentar
Iklan teras
Popular news

Create Account



Log In Your Account