Cabut Dukungan Deddy Mizwar-Akhmad Syaikhu, Ini Alasan Partai Gerindra
Ketua DPD Partai Gerindra, Mulyadi Saat Kunjungan Ke DPC Partai Gerindra Kota Sukabumi

Cabut Dukungan Deddy Mizwar-Akhmad Syaikhu, Ini Alasan Partai Gerindra

Oleh : Ahmad Fikri
Senin, 27 November 2017 pada 20:07 WIB
816

SUKABUMI-  Ketua Umum DPD Partai Gerindra, Mulyadi akhirnya mengklarifikasi pencabutan dukungan Partai Gerindra terhadap Pasangan Calon (Paslon) Deddy Mizwar-Akhmad Syaikhu pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 mendatang. Hal ini disampaikan langsung oleh Mulyadi saat kunjungan kerjanya ke Kota Sukabumi, Senin (27/11). Dirinya pun menyampaikan bahwa Partai Gerindra telah mengerucut pada lima nama figur yang akan maju pada Pilgub 2018 mendatang.

"Kelima nama itu adalah, Pak Burhanudin Abdullah, ada Pak Mayjen Sudrajat, Pak Agung Suryamal, ada Ketua Apdesi Bapak Enjoy Rizki dan saya (Mulyadi). Kelima nama ini yang telah dikerucutkan dalam Rakorda Partai Gerindra si Hambalang," ujar Ketua DPD Partai Gerindra, Mulyadi saat melalukan kunjungan ke DPC Partai Gerindra Kota Sukabumi.

Dalam Rakorda Partai Gerindra, lanjut Mulyadi, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo meminta masukan dari pengurus partai dan beberapa kepala desa di Jawa Barat. Setiap kandidat diminta pemaparan visi dan misi. Dirinya mengaku hanya menjalankan hasil Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) Partai Gerindra di 27 Kota dan Kabupaten di Jawa Barat. Hasil itu diapresiasi Prabowo Subianto karena merupakan keputusan yang bulat berdasarkan aspirasi dari bawah. 

"Sebagai ketua DPD, terkait kontalasi pilgub saya hanya menjaga dan menjalankan arahan ketua umum bahwa kandidat itu harus kader," tambahnya.  

Terkait pasca pencabutan dukungan Partai Gerindra terhadap pasangan bakal calon Deddy Mizwar-Akhmad Syaikhu pada Pilgub Jabar 2018, Mulyadi menuturkan bahwa parameter arahan dari Ketua Umum yang mengharuskan kandidat merupakan kader, tak dipenuhi Deddy Mizwar. Karena itu, Mulyadi dengan tegas mencabut dukungan ke Deddy Mizwar dan Akhmad Syikhu. 

"Parameternya sudah tak terpenuhi. Apalagi sekarang Deddy Mizwar jadi kader Demokrat. Dari awal kan sudah jelas, parameternya harus kader. Ketika (parameter) itu tak terpenuhi, wajar jika Deddy Mizwar tak masuk radar Gerindra," bebernya.

Terkait koalsi Partai Gerindra dalam Pilgub Jabar 2018, Mulyadi menegaskan bahwa Partai Gerindra belum menentukan mitra koalisi. Bagi Mulyadi, mitra koalisi partai itu yang betul-betul beroritentasi pada Pilpres 2019 nanti. 

"Konteksnya gini, Gerindra itu menganggap pilkada hanya sasaran antara. Sasaran utamanya pilpres. Artinya, setiap membangun koalisi itu harus selalu berorientasi pilpres, termasuk dari potensi kandidat. Harus sama-sama memiliki kans menang dan kita memiliki keyakinan bahwa koalisi dan pasangan itu bisa memenangkan pak Prabowo. Dengan siapapun partai dan pasangannya," pungkasnya. (KRI/KRI)




Email redaksi :
Hotline Laporan dan Informasi :
085720046006/081297126993
Komentar
Iklan teras
Popular news

Create Account



Log In Your Account