Festival Bebegig, Sambut Puasa Dengan Mengusir Hama Khas Waluran Sukabumi
Festival Bebegig

Festival Bebegig, Sambut Puasa Dengan Mengusir Hama Khas Waluran Sukabumi

Oleh : Ahmad Fikri
Sabtu, 13 Mei 2017 pada 13:47 WIB
351

SUKABUMI - Dalam rangka memajukan potensi pariwisata di Kecamatan Waluran, sekelompok pemuda yang menamakan dirinya Paguyuban Palapah mengadakan sebuah acara yang bertajuk 'Festival Bebegig'. Bebegig atau sering disebut orang-orangan sawah ini dipentaskan dan diarak mulai dari sekolah, desa-desa dan warga Se Kecamatan Waluran. Bebegig mulai terbuat dari jerami, hingga dari buah-buahan dibuat menarik dan membuat festival ini menjadi meriah.

Acara ini pun sebuah tradisi di Kecamatan Waluran dari nenek moyang dahulu yang dilestarikan setiap menjelang bulan puasa. Bebegig merupakan sebuah bentuk boneka yang biasa dibuat untuk mengusir hama yang menyerang sawah para petani. Tujuan dari acara ini pun, tutur Ketua Pelaksana Festival Bebegig Waluran, Cahya Sukendar sebagai simbol untuk membersihkan hama-hama dari manusia untuk menjaga kesucian menyambut datangnya bulan Ramadhan.

"Tujuannya sama seperti fungsi bebegig di tengah sawah, yaitu untuk mengusir hama. Sebentar lagi bulan suci Ramadhan, semoga dengan silaturahmi antar warga di festival bebegig ini hama-hama dari sifat manusia yang kotor dapat dibersihkan menjelang bulan suci Ramadhan," tutur Cahya kepada terasberita, Sabtu (13/05).

Festival ini pun untuk memperkenalkan daerah Kecamatan Waluran sebagai destinasi wisata selain Geopark Ciletug. Lanjut Cahya, bahwa festifal bebegig ini sebenarnya sudah menjadi tradisi di Waluran namun baru pertama kalinya di festivalkan secara akbar agar banyak wisatawan yang bisa datang ke Waluran.

"Waluran ini kan salah satu daerah penunjang Geopark Ciletuh. Diharapkan Waluran bisa juga menjadi salah satu destinasi wisatawan sebelum ke Geopark dan bebegig menjadi ikon dari Waluran," tutupnya.

Selain festival bebegig, panitia pun menampilkan beberapa kesenian seperti tarian tradisional dan menampilkan alat musik tradisional khas Kecamatan Waluran. Festival Bebegig ini akan berlangsung selama 2 hari ke depan hingga puncaknya di hari Minggu, 14 Mei 2017. (KRI/KRI)
Komentar
Iklan teras
Popular news

Create Account



Log In Your Account