Jalan Menikung dan Berliku Menuju Pasar Pelita ( Bagian III )
Kebakaran Pasar Pelita jadi isu sabotase

Jalan Menikung dan Berliku Menuju Pasar Pelita ( Bagian III )

Oleh : T. Jaya
Jumat, 23 Desember 2016 pada 12:15 WIB
140

SUKABUMI – Tidak mudah bagi Pemda Kota Sukabumi, Jawa Barat dalam mewujudkan keinginannya menjadikan Pasar Pelita menjadi kawasan perbelanjaan modern. Berbagai permasalahan mewarnai perjalanan program revitalisasi, mulai dari penolakan lokasi pasar sementara, peristiwa kebakaran yang menjadi isu sabotase hingga mangkraknya pengerjaan proyek oleh pihak pengembang.

Diawali dengan aksi penolakan para pedagang atas jadwal relokasi serta lokasi pasar sementara. Pemda telah memutuskan relokasi dilakukan pada 20 Juli hingga 4 Agustus 2015. Selama tenggat waktu dua pekan tersebut para pedagang harus sudah mengosongkan kawasan pasar dan menempati pasar sementara yang berlokasi di lahan milik Pertamina, 500 meter dari lokasi Pasar Pelita.

Keputusan ini mendapat penolakan, kala itu para pedagang meminta agar relokasi dilakukan setelah perayaan lebaran. Mereka juga menolak lokasi pasar sementara karena berada jauh dari Pasar Pelita. “Kami khawatir relokasi berdampak pada kelancaran usaha, apalagi puasa dan lebaran adalah momen bagi para pedagang mengais keuntungan, beber Dadang, salah seorang pedagang.

Ditengah panasnya situasi akibat penolakan relokasi ini, tiba-tiba saja peristiwa kebakaran melanda sebagian besar kawasan Pasar Pelita. Tepatnya pada Kamis malam tanggal 24 September 2015, gelombang api meluluh-lantakan 26 bangunan ruko dan 250 lapak. Hasil perhitungan, kejadian itu menimbulkan kerugian materi hingga mencapai Rp20 Milyar.

Tak pelak lagi bencana itu pun memicu beredarnya isu yang menduga peristiwa itu merupakan sabotase sebagai upaya pengosongan kawasan pasar. Namun dugaan sabotase ini pun terbantahkan setelah Polres Sukabumi Kota menerjunkan Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification (Inafis) ke lokasi kejadian untuk memastikan penyebab terjadinya kebakaran.

“Kejadian ini bukan disengaja, melainkan akibat percikan api yang ditimbulkan karena terjadinya hubungan listrik arus pendek atau korsleting pada salah satu tempat milik pedagang,” tutur Kapolres Sukabumi Kota yang saat itu dijabat oleh AKBP Diki Budiman.

Reda dengan isu sabotase, permasalahan kembali terjadi. Kali ini hambatan datang dari pihak pengembang yakni PT Anugrah Kencana Abadi. Setelah pengerjaan proyek ini diresmikan oleh pemerintah daerah dengan ditandai pemasangan tiang pancang, pihak pengembang tidak kunjung melanjutkan pekerjaannya.

Hal ini membuat Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz uring-uringan samapi harus melayangkan surat teguran sebanyak tiga kali.  “Nyatanya hingga surat teguran kedua, pihak pengembang tidak pernah menanggapinya. Pada 20 Apil lalu, kami melayangkan surat teguran ketiga. Kali ini pihak pengembang diberikan tenggat waktu untuk memberikan kejelasan soal pengerjaan proyek sampai dengan tanggal 4 Mei 2016 mendatang,” ungkap Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz kepada wartawan. (Bersambung)

Baca Juga : Jalan Menikung dan Berliku Menuju Pasar Pelita ( Bagian II )

Komentar

Create Account



Log In Your Account