Jalur Trayek Dialihkan, Sopir Angkot 01 Meradang
Ilustrasi/firman taqur

Jalur Trayek Dialihkan, Sopir Angkot 01 Meradang

Oleh : Firman Taqur
Selasa, 10 Januari 2017 pada 16:32 WIB
211

CIANJUR - Sejumlah sopir angkutan kota (angkot) 01A dan 01B menolak perubahan jalur trayek mereka yang mulai diberlakukan hari ini (Selasa, 10/1/2017). Keberatan mereka karena jalur yang baru bukan jalur "hidup" sehingga khawatir akan menyurutkan pendapatannya.

Karenanya, mereka mengharapkan armadanya bisa tetap melintas ke Jalan Moch Ali dan Siti Jenab. "Siti Jenab dan Moch Ali itu nyawanya angkot 01. Kenapa angkot yang lain tetap boleh lewat keramaian sedangkan kita dialihkan. Jelas kita keberatan," kata Ukar Saputra (52) seorang sopir Angkot 01A memprotes, tadi siang.

Menurutnya, kebijakan alih jalur trayek tersebut tidak merata malah cenderung merugikan angkot 01A. "Sejak tadi saya narik dengan jalur baru penumpang nyaris tidak ada. Jalur Warujajar dan Bojongherang kan cenderung sepi tidak seramai jalan raya," kata Ukar diamini sejumlah sopir angkot lainnya.

Koordinator Sopir Angkot 01A, Heri Hermawan meminta Pemkab Cianjur tetap memperbolehkan trayek 01A melalui kawasan Wisma Karya atau jalan raya (Jalan Moch Ali). Pasalnya, dikemukakan Heri, jalur yang dihapus tersebut selama ini menjadi lumbung penumpang.

"Kalau langsung dibelokkan ke Warujajar atau Hasyim Asyari lalu terus ke Salakopi dan Bypass, dipastikan penghasilan akan turun drastis. Karenanya kita minta kebijakan pemerintah," ucapnya.

Sekretaris Dishub Kabupaten Cianjur, Rahmat Hartono mengatakan, pihaknya mengabulkan keinginan para sopir Angkot 01A yang ingin tetap bisa masuk ke Jalan Moch Ali. Meski begitu kebijakan tersebut bersifat sementara dan akan dikaji ulang ke depannya.

"Untuk sementara boleh. Sesuai kesepakatan bersama. Tapi statusnya belum pasti, nanti akan kita bahas lagi di rapat evaluasi, kalau memang disepakati tetap begitu, lanjut," katanya kepada wartawan tadi siang.

Terpisah, KBO Lantas Polres Cianjur, Iptu Muhaimin mengapresiasi regulasi pengalihan beberapa jalur trayek angkot tersebut. Pihaknya pun akan terus berkordinasi dengan pemerintah daerah dalam penegakan aturan guna menciptakan ketertiban umum.

"Setelah melalui masa sosialiasi, tindakan akan dilakukan bagi angkot yang melanggar jalur. Masa sosialisasinya sebulan ke depan," ucapnya. (FT)

Komentar

Create Account



Log In Your Account