Kelaparan, Babi Hutan Mengamuk di Pemukiman Warga
Bangkai Babi Hutan Yang Diamankan Polsek Sukaraja

Kelaparan, Babi Hutan Mengamuk di Pemukiman Warga

Oleh : Dendi Koswara
Selasa, 10 Januari 2017 pada 14:20 WIB
1778

SUKABUMI - Seekor babi hutan diduga hendak mencari makan turun dari perkebunan teh dan mengamuk di pemukiman warga di Kampung Nagrak Rt 01 Rw 08 Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Selasa siang (10/01). Meski tak ada korban luka-luka, kemunculan babi hutan yang memiliki tinggi sekitar satu meter dan berat sekitar 200 Kg ini telah menggegerkan warga. Bahkan, hewan berbulu hitam ini selain masuk ke pemukiman warga juga telah memporak-porandakan warung dan rumah warga.

Menurut salah seorang warga Bubun Bunyamin (56) Ketua Rw 08 menjelaskan, kejadian itu berlangsung saat ia tengah berada di depan rumah milik Fatimah (50) yang merupakan rumah korban amukan babi hutan.

"Hewan berbulu hitam ini, tiba-tiba muncul sekira pukul 09.00 WIB dari arah timur ke arah barat dan masuk ke warung warga," jelas Bubun kepada terasberita.

Masih di tempat yang sama, Ujang (37) yang merupakan anak dari Fatimah yang rumahnya terporak porandakan amukan babi hutan menceritakan, hewan berbulu hitam tersebut sebelum masuk dan menjebol pintu rumah warga, terlebih dahulu telah mengitari warung. Sejumlah peralatan dapur milik orang tuanya rusak akibat amukan babi tersebut.

"Setelah babi ini masuk dengan menyeruduk rumah, saya langsung berteriak minta tolong dan tidak lama kemudian ratusan warga berkerumun untuk melihat dan mengepung hewan tersebut. Warga panik dan secara spontan babi ini menjadi amukan massa," papar Ujang.


Waktu babi berada di dapur rumah ujar Ujang, warga memukuli babi hutan dengan berbagai senjata tajam maupun bambu. 

"Waktu kami memukulinya, babi ini bukannya lari malah hewan tersebut memutar dan mengamuk di dalam dapur. Sekitar 1,5 jam lamanya babi ini tewas setelah di penggal warga menggunakan samurai sepanjang satu meter dan di pukuli menggunakan linggis," sahutnya.

Menurut Ujang, kejadian tersebut pernah terjadi di kampungnya pada tahun 2015 lalu. Warga menduga babi hutan yang masuk ke pemukiman warga ini turun dari gunung perkebunan teh yang lokasinya sekitar 5 Km dari pemukaman warga. Besar kemungkinan babi tersebut karena kelaparan hingga mencari makan di pemukiman atau memang sengaja kabur dari kejaran pemburu.

"Saya ngeri melihatnya, babi sebesar kambing jantan dengan taringnya yang panjang serta matanya memerah. Beruntung babi ini tewas terkapar oleh amukan warga," imbuhnya.

Kemunculan babi hutan yang lari dan berusaha menyeruduk sejumlah warga ini seketika bikin warga panik dan ketakutan. Tidak lama kemudian sejumlah personil dari anggota Polsek Sukaraja, Polres Sukabumi Kota langsung mendatangi lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Saat kami datang ke lokasi kejadian kondisi babi hutan sudah mati terkapar. Sekira pukul 10.15 WIB babi ini kami bawa dengan menggunakan mobil rangers Polsek Sukaraja untuk di kubur," singkat Kepala Unit Binmas Polsek Sukaraja, AKP Ana Ratnadewi. (KRI/KRI)

Email redaksi :
redaksi@terasberita.co
Hotline Laporan dan Informasi :
085719907991/085720046006
Komentar

Create Account



Log In Your Account