Misteri Pembacokan Saksi Pembunuhan di Sukabumi Terungkap, Polisi : Masih Soal Rebutan Jatah Pasar Pelita
Waka Polres Sukabumi Kota, Fajar Widyadharma Lukman Menunjukan Golok Yang Membacok Kedua Korban

Misteri Pembacokan Saksi Pembunuhan di Sukabumi Terungkap, Polisi : Masih Soal Rebutan Jatah Pasar Pelita

Oleh : Ari Wahyuni
Selasa, 21 November 2017 pada 20:40 WIB
1360

SUKABUMI- Misteri penganiayaan dan pembacokan S (26) di depan Alfamart Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi akhirnya terungkap. S yang juga merupakan saksi dari pembunuhan Galih Nurhikmah (23) pada beberapa waktu lalu dianiaya hingga menyebabkan kakinya nyaris putus oleh para pelaku. Tiga orang pelaku yang melakukan pembacokan akhirnya diamankan oleh Kepolisian Resort Kota Sukabumi dengan barang bukti 3 bilah senjata tajam.

Yaitu AM alias Abe, AS alias Ujang dan MJ alias Brew ketiga pelaku inilah yang berhasil diamankan berkat rekaman CCTV yang terekam di Alfamart Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi. Para pelaku ini dengan sadis mencacah korban yang ditarik dari dalam Alfamart dan dibantai tepat di depan tangga luar halaman Alfamart. Kepada Polisi, para pelaku mengaku dendam dengan S yang mengusik jatah lapak Pasar Pelita dari kelompok para pelaku.

"Dendam pak, S selalu saja mengusik mengenai jatah lapak dari pasar pelita," aku AM salah satu pelaku kepada terasberita.

Sementara itu, Wakapolres Sukabumi Kota, Kompol Fajar Widyadharma Lukman membenarkan bahwa kasus penganiayaan yang menimpa S masih ada kaitannya dengan rebutan jatah lapak di Pasar Pelita Kota Sukabumi. Dirinya pun menambahkan bahwa saat ini kasus ini sedang dikembangkan untuk menyelidiki apakah ada pelaku lain yang terlibat.

"Kasus ini imbas dari pembunuhan Galih, korbannya ini adalah yang menjadi saksi untuk menentukan siapa pembunuh Galih. Motifnya balas dendam... Sementara pelaku lain masih kita kembangkan," paparnya. 

Pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa 4 buah golok yang digunakan pelaku untuk menyerang korban. Atas kasus ini, pelaku dijerat pasal 170 ayat 2 dan pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 14 tahun penjara. (KRI/KRI)



Email redaksi :
Hotline Laporan dan Informasi :
085720046006/081297126993
Komentar
Iklan teras
Popular news

Create Account



Log In Your Account