Pro Kontra Simbol Agama, MUI Cianjur Terbitkan Fatwa
olah grafis/firman taqur

Pro Kontra Simbol Agama, MUI Cianjur Terbitkan Fatwa

Oleh : Firman Taqur
Rabu, 11 Januari 2017 pada 17:04 WIB
278

CIANJUR – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cianjur menerbitkan fatwa makruh mensikapi polemik pembangunan simbol-simbol agama di sejumlah ruang publik di Kab. Cianjur saat ini. MUI menyebutkan, terbitnya fatwa tersebut didasarkan pada banyaknya pertanyaan masyarakat tentang ketentuan-ketentuan penulisan ayat-ayat Alquran atau kaligrafi di ruang publik tersebut.

 

“Menulis dan memampangkan kaligrafi atau ayat-ayat Alquran di ruang publik merujuk pada pendapat para ulama hukumnya makruh. Namun bila mengabaikan adab-adab yang telah ditentukan berdasarkan ketentuan secara syar’i maka hukumnya bisa menjadi haram” demikian salahsatu kutipan dari fatwa yang ditandatangani Ketua Komisi Fatwa MUI Cianjur, KH. Abdul Qodir Rozy dan jajaran pengurus inti MUI Cianjur lainnya.

 

Dalam fatwa yang diterbitkan Selasa (10/1/2017) itu, pendapat makruh diambil merujuk kepada beberapa literasi dan pendapat para ulama. Ditenggarai kuat fatwa ini ditujukan untuk mensikapi kasus pembangunan Lafaz Allah dan kaligrafi Asmaul Husna yang tengah gaduh saat ini.

 

Namun bila ternyata sangat diperlukan menulis dan memampangkan kaligrafi atau ayat-ayat Alquran dengan maksud dan tujuan mengagungkan dan untuk syiar Islam, MUI Cianjur meminta sebaiknya memerhatikan kaidah, estetika dan adab-adab penempatannya sehingga tidak menimbulkan kesan merendahkan dan menghinakan kesucian dan keagungannya.

 

“Siapapun yang bermaksud melakukan syi’ar agama yang masih bersifat khusus serta belum diketahui tentang hukumnya sebaiknya terlebih dahulu dimusyawarahkan dan dikonsultasikan dengan para ulama,” demikian kutipan penutup dari isi fatwa tersebut.

 

Sebagai informasi, pembangunan Tugu Lafaz Allah dipertigaan Jalan Siti Jenab dan Jalan Siliwangi menuai protes sejumlah pihak, bahkan keberadaannya sempat memicu aksi unjukrasa usai tugu tersebut dibongkar.


Belum usai persoalan tugu, pro kontra pun kembali mencuat menyoroti pembangunan Kaligrafi Asmaul Husna di tebing bekas kawasan kuliner Es Cincau dekat Jembatan Citarum, Haurwangi, Cianjur.


Pihak MUI Cianjur sendiri sebagaimana pernah disampaikan Sekretaris MUI Cianjur, Ahmad Yani, mengaku tidak pernah dimintai pandangannya terkait hal tersebut. Soal keberadaan tugunya sendiri, pihaknya menilai, kurang pantas, apalagi di tugu tersebut juga dipasang kutipan-kutipan surah Alquran dengan letak atau posisi yang juga kurang pantas, yakni terlalu bawah.

 

Sebelumnya, Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar menegaskan tidak ada yang salah terkait persoalan itu. Bahkan dengan keberadaan simbol-simbol agama di ruang publik tersebut diharapkan bisa mengajak masyarakat Cianjur untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.

 

Meski begitu, bupati menuturkan, khusus untuk Tugu Lafaz Allah saat ini sedang dalam masa renovasi, bertujuan untuk meninggikan dudukannya, termasuk mengganti bentuk dari lafaz tersebut dengan yang  berdimensi agar bisa terlihat atau terbaca dari segala penjuru. (FT)

Komentar

Create Account



Log In Your Account