Ratusan Warga Iringi Pemakaman Galih, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Berat
Ratusan Warga, Kerabat dan Teman Korban Menunggu Jenazah Selesai Diotopsi

Ratusan Warga Iringi Pemakaman Galih, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Berat

Oleh : Ahmad Fikri
Jumat, 08 September 2017 pada 21:46 WIB
5861

SUKABUMI - Ratusan warga, teman dan kerabat mengantar jenazah Raden Galih Nurhikmah (23) setelah diotopsi dan dishalatkan di Masjid RSUD R. Syamsudin, Kota Sukabumi, Jumat (08/09). Bukan hanya menggunakan kendaraan bermotor baik roda dua ataupun roda empat, banyak warga pula yang berjalan kaki ke Instalasi Jenazah RSUD R. Syamsudin untuk menjemput jenazah korban.

Raden Galih Nurhikmah, warga gang Purabaya 1, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi ditemukan tewas dengan 7 luka tusukan di bagian tubuh dan meninggal dunia saat mendapatkan tindakan di IGD RSUD R. Syamsudin Kota Sukabumi pada, Kamis (07/09) malam. Korban dianiaya oleh sekelompok berandalan di pinggir jalan di Gang Kidang, Keluruhan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

"Kasian, korban meninggalkan satu anak perempuan yang belum berumur 1 tahun," ujar Herlan Munandar, salah satu kerabat korban di RSUD R. Syamsudin kepada wartawan.

Korban, lanjut Herlan berprilaku baik dan sangat supel kepada setiap orang. Ratusan orang yang berkumpul di RSUD R. Syamsudin merupakan sahabat, kawan dan kerabat korban yang merasa kehilangan. 

Informasi yang berhasil dihimpun terasberita, selesai diotopsi, jenazah langsung dishalatkan di Mesjid RSUD R. Symasudin dan langsung di makamkan di TPU Kampung Cijengkol Cijangkar, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. Kepolisian dari Brimob Polda Jabar pun diterjunkan untuk pengamanan pemakaman dimana ratusan orang memadati pemakaman korban.

Kepada wartawan, Herlan menuturkan agar kepolisian bisa dengan segera mengungkap kasus pembantaian terhadap korban yang dilakukan oleh berandalan yang masih belum teridentifikasi. 

"Kami meminta kepada kepolisian agar segera menangkap para pelaku dan mengungkap kasus ini dengan cepat. Para pelaku harus dihukum dengan berat," pungkas Herlan. (KRI/KRI)


Email redaksi :
Hotline Laporan dan Informasi :
085720046006/081297126993

Komentar
Iklan teras
Popular news

Create Account



Log In Your Account